Berawal dari kesempatan menempuh jenjang S2 Public Policy di Tokyo, Jepang pada kurun waktu 2001-2003, Anthon Novianto pun akhirnya ‘jatuh cinta’ pada boneka. Ia lantas tertarik untuk mengoleksi berbagai jenis boneka. Itu memang bisa dimaklumi, karena di negeri sakura tersebut, yang namanya boneka memang bagus-bagus, berkualitas, unik, banyak model serta jenisnya. Apalagi baik boneka modern atau tradisional sangat mudah ditemukan di berbagai toko. Bukan hanya di situ, boneka-boneka bekas dengan kualitas masih bagus pun gampang dijumpai di garage sale yang digelar secara periodik di berbagai tempat.
“Di Jepang, jika orang membeli barang baru, biasanya barang yang lama dijualnya. Hampir setiap minggu di sana ada flea market (pasar loak), lokasinya pun berpindah-pindah. Namanya juga pengin buang barang, jadi di flea market, harganya misa menjadi lebih murah!” ujar Anthon. Dikatakannya, harga sebuah boneka bisa mencapai Rp 800.000, bahkan satu set boneka bisa mencapai sekitar Rp 40 juta. “Yah, kalau misalnya di toko harganya 3.500 yen, di pasar loak bisa dibeli dengan harga 1.000 yen. Dan jangan salah, loakan di Jepang, barang-barangnya masih seperti baru, bukan seperti di negeri kita, barang loak ya identik dengan lusuh!” ujarnya lagi.
Jika mengoleksi boneka awalnya sekadar untuk lucu-lucuan, bagi Anthon kini sudah menjadi bagian dari hobinya. Itulah sebabnya, sela-sela waktunya di kampus sering ia gunakan untuk berburu boneka. Sebagian hasil buruannya dipajang di tempat tinggalnya, sebagian lainnya dikirim ke tanah air. Tak jarang pula, jika ada warga Indonesia berlibur ke Jepang dan ingin membali boneka, Anthon menjadi pemandunya. Sebagai kolektor boneka, Anthon pun kemudian fasih menceritakan masing-masing koleksinya, termasuk hal-hal yang melatarbelakangi. Ia pun juga rela berbagai pengelaman tentang tips merawat boneka.
Ketika kemudian selesai kuliah dan pulang ke tanah air, hobi mengoleksi boneka Jepang itu belum juga surut. Meski kini ia telah mengumpulkan ratusan jenis boneka, ia masih sering menambah jumlahnya, lewat bantuan teman-teman. Dalam salah satu kesempatan belum lama berselang, Anthon pernah pula memamerkan koleksinya itu di The Japan Foundation, Jakarta. Penonton pun banyak yang berdecak mengagumi produk Jepang yang memang unik dan lucu-lucu itu.■ teks/foto: nida
Terakhir Diperbaharui ( Sunday, 20 April 2008 )
Selasa, 22 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar